Articles Comments

EDUKASI ISLAM » Perbedaan Cara Menntukan Awal Ramadhan » Perbedaan Penetapan 1 Ramadan

Perbedaan Penetapan 1 Ramadan

MUI

 

Selalu ada perbedaan dalam penetapan 1 Ramadan. Untuk menghindari perbedaan tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpendapat agar menggabungkan dua metode yang selama ini digunakan.

“MUI berpendapat harus menggabungkan Wujudul hilal dan rukyat, dipakai dalam penetapan ini,” ujar Ketua MUI KH Ma’ruf Amin usai mengikuti sidang isbat di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Senin (8/7/2013)

Amin mengatakan selama ini ada dua metode yang sering digunakan dalam menetapkan 1 Ramadan. Dua metode itu yakni Wujudul hilal dan Inkanurrukyah.

“Metode Wujudul hilal artinya hilal asal nongol saja. Kedua metode Inkanurrukhyat yang memungkinkan perhitungan bisa di rukyat. Kalau tidak bisa di rukyat tidak bisa, jadi Inkanurukyat menetapkan masuk apabila dua derajat, kalau Wujudul hilal berapa saja atas diatas ufuk sudah masuk, ini yang belum ketemu,” paparnya.

Malam ini, lanjut Amin, posisi hilal hanya terlihat 0,65 derajat. Sedangkan untuk menetapkan 1 Ramadan, hilal itu harus terlihat minimal 2 derajat. “Sebab itu kita terpaksa (puasa) lusa.” jelasnya.

Setelah pemantauan hilal dilakukan di sejumlah titik di Indonesia, pemerintah akhirnya menetapkan 1 Ramadan 1434 H jatuh pada Rabu, 10 Juli 2013. Sejumlah ormas Islam yang hadir dalam sidang isbat tidak berbeda pendapat terkait hasil pemantauan hilal dan penetapan awal Ramadan.

“Dengan demikian, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahiim, kami tetapkan 1 Ramadan 1434 H adalah bertepatan dengan hari Rabu 10 Juli 2013,” ujar Menteri Agama Suryadarma Ali.

Written by

Filed under: Perbedaan Cara Menntukan Awal Ramadhan · Tags:

Leave a Reply

*