Articles Comments

EDUKASI ISLAM » Pendidikan Masa Nabi SAW

Pendidikan Masa Nabi SAW

Menurut  Maftuh Ahnan Asy. (2001: 35) semenjak menerima wahyu pertama di Gua Hira, terputuslah wahyu kurang lebih tiga tahun lamanya, atau kurang lebih sekitar dua setengah tahun (Taufik Rahman,1990:17) setelah Rasulullah SAW menerima wahyu yang pertama, barulah Rasulullah SAW menerima wahyu yang kedua kalinya, yaitu Q.S. Al-Mudatstsir/74: 1-7 sebagai berikut:

  • Wahai orang yang berkemul (berselimut)!
  • bangunlah, lalu berilah peringatan!
  • dan agungkanlah Tuhanmu,
  • dan bersihkanlah pakaianmu,
  • dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji,
  • dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
  • Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.

 

Qamaruddin Shaleh dkk.(1989:557) menyebutkan dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ketika aku telah selesai ‘Uzlah, selama sebulan di Hira, aku turun ke lembah. Setelah sampai ke lembah ada yang memanggilku, tetapi aku tidak melihat seorang pun di sana.

Aku menengadahkan kepalaku ke langit, dan tiba-tiba aku melihat malaikat yang pernah mendatangiku di gua Hira. Aku cepat-cepat pulang dan berkata (kepada orang rumah):”Selimutilah-selimutilah aku”. Maka turunlah ayat tersebut (Q.S.Al-Mudatstsir/74: 1 dan 2) sebagai perintah untuk menyingsingkan selimutnya dan berdakwah.

Nurul Muhson (2004:161) menyebutkan dari beberapa sumber bahwa dengan turunnya wahyu yang kedua tersebut, mulailah Nabi Muhammad SAW secara sembunyi-sembunyi menyeru keluarga yang tinggal dalam satu rumah dan sahabat-sahabat beliau yang terdekat, seorang demi seorang agar mereka menyembah hanya kepada Allah SWT. Maka, yang mula-mula iman kepda beliau adalah istri beliau sendiri Siti Khadijah, disusul putra pamannya yang masih muda yaitu Ali bin Abi Thalib, dan Zaid bin Haritsah budak beliau yang kemudian menjadi anak angkatnya. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW menyeru Abu Bakar As-Siddiq, dan Abu Bakar As-Siddiq pun segera beriman.

Dengan perantaraan Abu Bakar As-Siddiq ini, banyak orang yang memeluk ajaran agama Islam dan beriman kepada Allah SWT, yaitu diantaranya Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdurrahman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidillah bin Jarrah, Arqam bin Abil Arqam, Fitimah bin Khattab (adik Umar bin Khattab) beserta suaminya Said bin Zaid Al-Adawi, mereka ini disebut dengan “As-Sabiqunal Awwalun”. Dan mereka semuanya ini mendapat pendidikan dan pengajaran tentang iman dan islam dari Nabi Muhammad SAW ditempat yang tersembunyi yaitu rumah Arqam bin Abil Arqam di Kota Mekah. Samsul Nizar (2007:5) menjelaskan bahwa pendidikan atau dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW secara sumbunyi-sembunyi berlangsung selama tiga tahun, sampai turun wahyu berikutnya.

Comments are closed.