Roja’ (optimis)

 Sikap Roja’ (Optimis)

“Sikap optimisme perlu disertai perubahan. Tetapkan perubahan sikap, perubahan semangat dan perubahan perilaku agar harapan-harapan yang ingin dicapai menjadi sebuah kenyataan.”

Sikap optimisme memang harus dihidupkan, apalagi dalam menghadapi tantangan kehidupan dewasa ini yang semakin komplek. Tetapi bagi kita orang beriman, hendaknya sikap optimism atau pengharapan masa depan yang lebih baik hendaknya tidak hanya berhenti keberhasilan dunia semata. Melainkan memiliki sikap optimism yang lebih jauh lagi yakni pengharapan masa depan yang dilandasi rahmat dan berkah dari Allah. Dengan demikian sikap optimisme itu akan tercermin dalam setiap aktivitas kehidupan bukan hanya untuk kepentingan kehidupan sekarang, melainkan juga untuk kehidupan yang abadi nantinya. Dalam terminologi pandangan sufistik, ajaran tentang sikap dan pandangan yang optimistik ke depan ini disebut ‘raja’ atau sikap penuh harap.

Bagi orang-orang yang mengedepankan nilai-nilai materialisme, pada umumnya sikap optimisme atau keyakinan penuh harap ini hanya berhenti pada harapan keberhasilan duniawi, seperti kekayaan materi, kekuasaan, jabatan, popularitas dan lain sebagainya. Namun tidak demikian bagi kita orang beriman.

“Sikap optimisme bagi kaum beriman, dambaan masa depan itu bisa berupa kemuliaan hidup, keberkahan hidup, ampunan Tuhan (maghfirah), rahmat Tuhan, dan perkenan-Nya.”

Kuatnya harapan yang bertaut pada rahmat Tuhan ini membuat orang beriman tidak hanya berorientasi pada keberhasilan dunia, melainkan juga berorientasi pada kontribusi bagi sesama dan semakin intens dalam beribadahnya.

Sikap optimisme hendaknya dilandasi dengan keyakinan keimanan yang kuat dalam diri kita. Pada saat inilah, sikap optimisme itu tumbuh dan berkembang. Karena orang beriman selalu memiliki harapan dan senantiasa memelihara sikap optimisme menghadapi masa depan kehidupan. Harapannya bertaut pada keyakinan keimanannya kepada Tuhan, selalu merasa yakin ada Tuhan sebagai sumber pengharapan. Meyakini disetiap kesulitan akan ada kemudahan, di setiap tantangan akan ada kesempatan. Harapan masa depan lebih baik, karena selalu yakin akan kehendak Tuhan Sang Pencipta Masa Depan.

Mohon diingat bahwa sikap optimisme sebaiknya bukanlah impian dan angan-angan belaka. Dalam pandangan Ibnu ‘Athaillah al-Sakandari seorang penulis kitab Al-Hikam, sikap ‘raja’ adalah suatu harapan yang disertai oleh tindakan nyata. Karenanya untuk mencapai apa yang kita harapkan, mulailah saat ini dan disini dimanapun posisi Anda saat ini mengambil “action” atau tindakan-tindakan nyata. Lakukanlah pembaruan sikap, perubahan tindakan dan kalau dilakukan konsisten itulah awal harapan baru yang lebih baik akan tercapai.

Sikap optimism, semangat dan motivasi tinggi tidak akan memberikan makna berarti bagi orang yang tidak melakukan perubahan dalam tindakannya. Memiliki sikap optimisme masa depan akan lebih baik berarti kita dituntut turut aktif memperbarui diri, meningkatkan kualitas diri lebih baik mulai kini dan disini.

Hidupkalan selalau sikap optimisme yang dilandasi keimanan dalam menghadapi masa depan. Landasan keimanan dapat memberikan perspektif yang memungkinkan harapan baru lebih baik menjadi kenyataan. Karena dengan landasan keimanan kepada Allah, dapat membuat orang bertanggungjawab atas dirinya, kehidupannya dan masa depannya.

Kemudian lakukan perubahan, baik dalam sikap, perilaku dan tindakan-tindakan nyata agar memungkinkan Allah memberikan perkenanNya batas harapan-harapan kita. Dengan demikian sikap optimisme yang kita miliki tidak saja dapat memacu produktivitas kerja, tetapi juga memberikan suasana hati yang penuh syukur, ikhlas dan memungkinkan tercapai hidup Sukses Mulia. SEMOGA BERMANFAAT.

Leave a Reply

%d bloggers like this: