Articles Comments

EDUKASI ISLAM » Menerapkan Budaya 5 S

Menerapkan Budaya 5 S

MENERAPKAN BUDAYA 5 S

Saat kita mengisi bahan bakar kendaraan kita di SPBU Pertamina, kita sering atau bahkan selalu melihat slogan “Senyum, Salam, dan Sapa (3S)”. Sudah lama memang slogan tersebut kita temui di hampir semua SPBU Pertamina. Namun, baru kali ini saya tertarik dengan slogan tersebut. Bagi Pertamina, slogan tersebut merupakan sebuah komitmen perusahaan dalam melayani para konsumennya. Slogan tersebut adalah aset tak berwujud milik Pertamina dalam rangka mencapai visi dan misi perusahaan.

slogan 3S memiliki makna sebagai berikut:

Senyum

Senyum adalah ibadah yang paling mudah dan sedekah yang paling murah, tetapi penuh berkah. Senyum dapat menunjukkan sikap lembut seseorang dan Allah menyukai kelembutan. Tapi ingat “jangan senyum-senyum sendiri di sembarang tempat” nanti kayak ….

Salam

Salah satu kewajiban seorang muslim terhadap saudaranya yang muslim adalah menjawab salam apabila diucapkan salam. Mengucapkan dan menjawab salam berarti saling mendoakan agar kita senantiasa dilimpahkan keselamatan, rahmat, dan barokah oleh Allah SWT.

Sapa

Kita akan merasa dihargai saat kita disapa oleh orang lain.

Budaya 3S (Senyum, Salam, Sapa) di sekolah adalah cita-cita nyata dari sebuah lingkungan pendidikan. Namun, hal tersebut tidak selalu sesuai harapan sekolah yang memajang tulisan tersebut . Tidak semua warga sekolah mengindahkan keinginan tersebut. Bukan hanya siswa, guru dan karyawan pun bisa menjadi orang-orang yang mengacuhkan 3S. Lambat laun keadaan tersebut dapat mengubah kultur sekolah.

Kita ambil contoh seorang guru yang selalu berwajah kaku di hadapan siswa. Lambat laun siswa juga akan mengubah sikap mereka terhadap guru tersebut. Siswa akan merasa bahwa apa yang dilakukan guru benar, sehingga mereka pun merasa apa yang dilakukan guru yang selalu cemberut tadi benar. Lebih parahnya lagi merasa pantas ditiru. Akhirnya, semua warga sekolah bisa menjadi orang-orang yang tidak peduli, tidak saling menghormati, dan merasa bisa hidup sendiri. Begitu juga kalau kita membiarkan siswa bertingkah laku seperti itu. Hal tersebut sama saja membenarkan tindakan mereka.

Keadaan tersebut mudah-mudahan tidak akan Anda temukan di SMP Negeri 1 Pontianak. Anda akan menemukan siswa-siswi yang selalu tersenyum, saling mengucapkan salam, dan saling menyapa jika bertemu siapa saja di lingkungan sekolah. Kultur seperti ini selalu dipertahankan sekolah. Dengan saling senyum, salam, dan sapa akan menjadikan lingkungan sekolah yang harmonis dan senantiasa kondusif.

Selain 3S, satu lagi yang selalu dicanangkan di SMP Negeri 1, yaitu ‘sopan’. Kesopanan selalu diupayakan diajarkan kepada seluruh warga sekolah. Hal tersebut tentu saja sangat mempengaruhi penilaian masyarakat terhadap sekolah. Sekolah yang setiap warganya selalu sopan dengan siapa saja dan di mana saja akan mendapatkan simpatik yang tinggi di kalangan masyarakat. Selain itu dengan budaya 4S (Senyum, Salam, Sapa, dan Sopan) akan menjadikan siswa bahagia karena merasa mereka memiliki keluarga yang saling menyayangi. Untuk itu, SMP Negeri 1  tak henti-hentinya mengajarkan siswa untuk selalu menghormati guru dan karyawan sekolah. Untuk itu, mari kita semua di  waktu akan masauk kelas satu per satu para siswa menyalami dan mencium tangan guru-gurunya, sambil berucap, “Selamat pagi, Pak/Bu!”

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana kalau di sekolah kita ini, kita budayakan tidak hanya 3 S tapi 5 S yaitu  Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun seperti berikut ini:

 

Senyum tulus yang terpancar dari wajah kita saat berbicara dengan orang lain pasti akan membuat lawan bicara kita nyaman. Hati kita ikut terimbas bahagia saat senyum menghiasi wajah kita. Bagaimanapun rupa kita,lawan bicara kita akan ikut tersenyum melihat kita tersenyum. Senyum adalah ibadah yang paling mudah dan murah. Maka tersenyumlah .. kepada siapapun yang kita temui 🙂

 

Salam yang diucapkan dengan ketulusan mampu mencairkan suasana kaku. Bila ada seseorang yang mengucap salam dengan suara lembut dan bersahabat, hati kita pun terasa sejuk mendengarnya. Didalam sapa salam ada nuansa tersendiri. Persaudaraan berawal dari salam, mari kita tebarkan salam.

 

Sapa-an ramah yang kita ucapkan kepada orang lain akan membuat suasana menjadi akrab dan hangat. Biasakanlah menyapa .. mulailah pada seseorang yang berada didekat kita. Dengan satu sapa saja kita bisa menyapa getaran kemuliaan yang hadir bersamaan dengan sapaan kita.

 

Sopan ketika duduk, sopan ketika lewat didepan orang tua, sopan kepada guru. Sopan ketika berbicara, sopan ketika berinteraksi dengan orang lain. Jaman sekarang masih banyak ko’ anak-anak muda yang memiliki sikap seperti itu. Apakah kita orang yang memiliki etika kesopanan ?

 

Santun adalah sifat yang hanya dimiliki oleh orang-orang istimewa. Orang-orang yang mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan dirinya. Orang-orang yang mengalah memberikan haknya untuk kepentingan orang lain semata-mata untuk kebaikan. Sejauh manakah kesantunan yang kita miliki? Sejauh mana kelapangdadaan kita ? Sejauh mana sifat pemaaf kita ? Mampukah kita membalas dengan kebaikan setiap hal kurang baik yang kita terima ?

 

Kawan .. walau secara sederhana, mari kita jadikan diri kita sebagai bukti keindahan ciptaan Tuhan. Senyum tulus dan ikhlas, sapa hangat, ramah dan lembut, saling mendo’akan dan perhatian. Penampilan yang sopan dalam kondisi bagaimanapun akan membuat pribadi kita lebih baik. Pribadi yang santun, lapang dada, pemaaf, serta berusaha membalas keburukan dengan kebaikan.

 

Leave a Reply

*