Articles Comments

EDUKASI ISLAM » Etika Terhadap Teman

Etika Terhadap Teman

ETIKA TERHADAP  SESAMA TEMAN

Anda harus bergaul dengan teman sekelas-nya dengan sopan dan ramah, menganggap layaknya saudaranya di rumah agar mereka dapat saling membantu dalam aktifitas sekolah. Pergaulan yang baik adalah jika kamu berbicara dengan teman sekolahmu denagn sabar, menyambut mereka dengan wajah ceria dan ramah, menampakkan kegembiraan atas kesenangan mereka dan iba akan kesedihan mereka. Jika anda melihat seorang teman  berlaku tidak sopan hendaknya ia menjauhinya dengan baik – baik agar ia tidak terpengaruh dan terjatuh pada kehinaan seperti temannya tersebut.

Anda tidak selayaknya menyombongkan diri dan membanggakan diri di depan teman – temannya, tetapi hendaknya anda rendah diri dan berusaha untuk memperbaiki tindak – tanduk perilakunya agar ia terpuji. Ia juga tidak diperbolehkan untuk menakut – takuti teman – temannya dengan ucapan , tindakan , ataupun memberinya kesulitan, jangan pula member mereka berita – berita yang mencemaskan dan menyedihkan. Jika berkumpul bersama para teman jangan terlalu lama bermain dan jauhi hal – hal yang bisa merusak moral.

  1. Jika bertemu teman maka ucapkan salam, berjabatan tangan, dan berkata-kata yang menyenangkan hati setiap kali bertemu dengan mereka.“Apabila dua orang muslim berjabat tangan, tidaklah terpisah kedua telapak tangan mereka hingga dosa-dosa mereka diampuni.” (Al-Hadits)
  1. Bergaul dengan teman dengan budi pekerti yang baik, yaitu berhubungan dengan mereka disertai sikap penuh cinta kasih, sebagaimana hal ini Anda inginkan dari mereka.

“Barangsiapa merendahkan diri, maka Allah akan memuliakannya. Ia dalam pandangan dirinya sendiri kecil, tetapi dalam pandangan orang lain agung. Barangsiapa sombong, maka Allah merendahkannya. Ia merasa dirinya agung, tetapi dalam pandangan orang lain ia kecil. Bahkan ia lebih rendah lagi dari anjing dan babi.” (HR Ahmad, ALbazzar dan Thabrani)

Imam Syafii berkata :

“Sikap merendahkan diri itu termasuk budi pekerti orang-orang mulia. Sedangkan sikap congkak termasuk budi pekerti orang-orang yang hina. Orang yang paling terhormat adalah orang yang tidak merasa punya kedudukan sama sekali. Orang yang paling utama adalah  orang yang tidak melihat kelebihan dirinya.”

Ada sebuah pendapat yang mengatakan, sebagaimana telah menjadi sunatullah, setiap tumbuh-tumbuhan tidak akan berbuah kecuali harus ditanam di bawah yang diinjak-injak sepatu, maka demikian pulalah Allah menjadikan jiwa-jiwa orang pilihan sebagai tanah bagi semua mukmin.

  1. Mengharapkan rida dari mereka. Pandanglah mereka lebih baik dari diri Anda. Saling tolong menolonglah dengan mereka dalam kebajikan, takwa dan cinta kepada Allah. Berilah motivasi mereka untuk mengerjakan hal-hal yang disenangi Allah . Tunjukkanlah mereka pada jalan kebenaran, jika Anda lebih tua dari mereka. Belajarlah dari mereka, bila Anda lebih muda dari mereka.
  2. Bersantunlah kepada teman-teman ANda dengan cara menghormat pada yang lebih tua dan belas kasih pada yang lebih muda dan melayani mereka, meskipun hanya sekadar menyodorkan alas kaki.
  3.  “Orang-orang yang berbelas kasih akan dikasihi Allah. Berbelas kasihlah kamu semua pada semua makhluk yang ada di bumi, maka makhluk yang ada di langit akan berbelas belas kasih pada kamu sekalian.”
  4. Berkata-kata yang halus dalam memberi nasihat pada teman Anda apabila Anda melihat dia melakukan penyimpangan.

 

Imam Syafii berkata :

“Barangsiapa menasihati saudaranya secara sembunyi-sembunyi, maka ia benar-benar menasihati dan memuliakan. Barangsiapa menasihati saudaranya secara terang-terangan, maka ia telah membuka aibnya dan merendahkan.”

Barangsiapa menyimpan rahasia saudaranya, maka Allah akan menyimpan rahasianya. Barangsiapa membuka rahasia saudaranya, maka Allah akan menyingkap rahasianya hingga terbuka di rumahnya.” (HR Ibn Majah)

  1. Berprasangka baik  pada mereka. Jika Anda melihat cacat pada orang lain, katakanlah di dalam hatimu, “Sesungguhnya cacat itu juga berada pada diriku.” Karena orang Islam adalah cermin bagi orang Islam yang lain. Seseorang tidak melihat sesuatu di dalam cermin kecuali gambarnya sendiri.
  2. Menerima permohonan maaf saudara ANda, jika ia memohon maaf pada Anda, sekalipun ia berbohong. Karena sesungguhnya orang yang menyenangi ANda secara lahiriah belaka, walau hatinya benci, ia telah patuh dan hormat kepada ANda dengan tidak berbuat hal-hal yang tidak Anda sukai secara terang-terangan.
  3. Mendamaikan antara saudara-saudaramu apabila terjadi konflik di antara mereka mengenai suatu persoalan. Jangan Anda membela salah seorang di antara  mereka. Tapi damaikanlah mereka secara halus dan lemah-lembut dengan tanpa mengabaikan hak salah seorang dari mereka.
  4. Jujurlah dalam segala hal terhadap mereka. Jangan sampai Anda lupa  memohonkan ampunan dari jauh (sehingga mereka tidak mengetahui bahwa ANda sering memohonkan Ampun dosa-dosa mereka kepada Allah). Karena bila apabila Anda mendoakan mereka maka para penduduk langit mendoakanmu berkali-kali. Itu sama halnya bila kita bersalawat (mendoakan Nabi Muhammad saw) maka penduduk langit mendoakan beberapa kali dan Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu). Dalam rahmat itu terhimpanlah, rizki, kasih sayang, keamanan, ketenangan dll)

Leave a Reply

*