Articles Comments

EDUKASI ISLAM » Kumpulan Khutbah » Khutbah Tahun Baru 1434

Khutbah Tahun Baru 1434

الخطبة الاول

  الحمد لله احمده سبحا نه و تعا لي على نعمه ا لتي لا تُعَدُّ ولا تُحْصَى له ملك السموا ت والارض و ما بينهما وما تحت الثراى واشكره على عطا ئه و فضيلته لاتبراى.   واشهد ان لا اله الا الله و حده لا شر يك له, تو حيدا متقنا اقـتـنيـه ليو م القا عة وانه لَنِعْمَ الْـمُـقْـتَـنَي   متظا هرا عليه الجنان  والسا ن سِرًّا وَعَلَـنِـيًّا .  واشهد ان سيد نا محمدا عبده ورسو له . اللهم صل وسلم على عبد ك ورسو لك محمد وعلى اله واصحابه اجمعين.

 اما بعد: فيا عبا دالله اتقوا الله حق تقا ته ولاتمو تن الا وانتم مسلمون. واعلموا انكم تد خلو ن في عا مكم الهجر ي والمـلا د ي الجد يد ين. فا ستعدوا بالاكثا ر الاعما ل الصا لحا ت. قا ل الله تعال في القران العظيم. اعوذ با الله من الشيطا ن الر جيم. بسم الله الر حمن الر حيم :

Artinya: Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan (Q.S. At-Taubah: 20) Baca Selengkapnya

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (yaitu: bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab ) Q.S. At-Taubah: 36

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Bulan demi bulan telah berlalu dan tanpa terasa kita telah berada di tahun baru 1433 hijriyah. . Hal ini menunjukkan semakin berkurangnya waktu hidup kita di dunia dan mengingatkan semakin dekatnya ajal kita. Untuk itu mari di tahun baru 1433 H  ini kita jadikan sebagai momen untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dalam arti kita di tahun ini bertekad untuk menjalankan perintah-perintah Allah dan bertekad untuk meninggalkan larangan-larangan-Nya.

Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah.

Mari kita  sama-sama  memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt. yang  senantiasa  mencurahkan rahmat dan nikmatnya kepada kita, terutama nikmat iman dan  umur. Alhamdulillah sampai saat ini kita  masih diberi kesempatan oleh Allah untuk hidup  dalam keadaan beriman dan bertakwa  kepada-Nya. Dan apabila kita nanti diambil oleh Allah SWT mudah-mudahan kita  tetap dalam keadaan beriman dan bertakwa kepada-Nya. Oleh sebab itu, mari sisa umur yang diberikan oleh Allah ini kita  mensyukurin dengan sebaik-baiknya. Bagaimana cara mensyukri nikmat umur yang diberikan oleh Allah ini? Diantaranya adalah:

    Pertama, Memanfaatkan sisa umur dengan sebaik-baiknya.  Umur akan  sangat berharga yaitu bagi seseorang yang dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Dan sebaliknya, umur tidak akan ada manfaatnya yaitu bagi seseorang  yang menyia-nyiakannya. Oleh sebab itu, jika kita ingin menjadi manusia yang terbaik dalam pandangan Allah, maka hendaknya  kita memanfaatkannya sisa umur ini  dengan sebaik-baiknya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi saw:

خيرالنا س من طا ل عمره وحسن عمله وشر النا س من طا ل عمره وسا ء عمله

Artinya: Sebaik-baik manusia adalah seseorang yang dianugrahi umur panjang dan umur itu dipergunakan untuk berbuat kebaikan. Dan sebaliknya, seburuk-buruk manusia adalah seseorang yang diberi umur panjang, tetapi dipergunakan untuk berbuat kejahatan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Umur yang ada pada diri kita ini nanti akan ditanyakan oleh Allah SWT, yaitu untuk apa umur ini kita habiskan dan untuk apa umur ini kita pergunakan ? Pada waktu ditanya oleh Allah, kita tidak dapat berdusta sedikitpun, sebab anggota badan kita yang akan menjadi saksi, sedangkan mulut kita yang biasa berdusta ini tidak dapat berbicara karena dikunci oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat Yasin:65

Artinya: Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulah

Cara mensyukuri sisa umur yang diberikan oleh Allah berikutnya yaitu:

Kedua, Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga bagi seorang muslim. Bahkan lebih berharga dari harta benda yang dimilikinya. Karena harta apabila hilang maka masih bisa untuk dicari. Sementara waktu apabila telah berlalu tidak mungkin untuk kembali lagi. Sehingga tidak ada yang tersisa dari waktu yang telah lewat kecuali apa yang telah dicatat oleh malaikat.

Maka sungguh betapa ruginya orang yang tidak memanfaatkan waktunya. Meskipun kehidupannya serba tercukupi dan serba ada, namun apalah artinya kalau seandainya berakhir dengan menerima azab dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam  firman Allah:

Artinya: Maka bagaimana pendapatmu jika kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun. Kemudian datang kepada mereka azab yang Telah diancamkan kepada mereka. Niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya. Q.S. Asy-Syu’ara: 205-207)

    Ketiga, Dengan cara meningkatkan kualitas ibadah  kita kepada Allah SWT. Bagaimana cara meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah swt itu? Yaitu apabila kita menyembah Allah hendaknya kita seolah-olah melihat Allah, dan apabila kita tidak dapat melihat Allah, maka kita hendaknya meyakini dengan seyakin-yakinnya  bahwa Allah melihat kita.

اَنْ تَعْبًدَ اللّهَ كَاَ نّكَ تَراَ هً فَاِ نْ لَمْ تَكًنْ تَراَهً فَاِ نّهً يَراَ ك         َ  

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Memang benar bahwa pada dasarnya Allah menciptakan kita sebagai manusia  adalah hanya  untuk menyembah kepada-Nya bukan menyembah kapada yang lain.  Hal ini sebagaimana firman Allah:

Artinya: Allah tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah  kepada Allah ( Adzariat:56 ).

Cara mensyukuri sisa umur yang diberikan Allah berikutnya yaitu:

    Keempat,  Melakukan intropeksi diri.

Dalam kesempatan yang mulia ini, mari kita melakkukan intropeksi diri, merenungkan kesalahan dan kekhilafan yang pernah kita lakukan, baik yang  kita sengaja maupun yang tidak kita sengaja.

Ma’asiral Muslimin Rahimakumullah.

Apabila kita sudah melakukan intropeksi diri dan sudah merenungkan kesalahan dan kehilafan kita  tentang amal perbuatan kita selama ini, maka kita akan tahu, apakah kebaikan yang selama ini kita lakukan lebih banyak dari pada keburukannya, atau sebaliknya justru keburukan atau kemaksiatan yang lebih banyak dari pada amal shaleh yang selama ini kita lakukan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Apabila kita sudah melakukan intropeksi diri dengan benar maka kita akan tahu, apakah kita termasuk orang-orang yang beruntung, atau  termasuk orang-orang merugi, atau bahkan termasuk orang-orang yang celaka. Hal yang seperti ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi saw:

من كا ن يو مه خيرا من امسه فهو را بح

Barang siapa yang hari ini lebih baik dari pada hari kemarinm maka dialah termasuk orang yang beruntung.

ومن كا ن يومه مثـل من امسه فهو مغبو ن

Dan barang siapa yang hari ini sama seperti kemarin, maka dia masih tergolong orang yang masih rugi.

و من كا ن يو مه شرا من ا مسه فهو ملـعو ن

Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari pada hari kemarin, maka dia tergolong orang yang terlaknat (celaka).

Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah

Agar kita tidak tergolong orang-orang yang rugi apalagi tergolong orang-orang yang terlaknat dan celaka, maka mari  tahun baru 1433 H ini kita jadikan sebagai momen untuk meningkatkan kadar keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, kemudian kita bertekad untuk meninggalkan segala kemungkaran dan kemaksiatan kepada Allah SWT dan kita semua bertekad bahwa  tahun ini harus lebih baik dari pada tahun yang sudah lewat, sehingga kita akan tergolong menjadi orang-orang yang beruntung bukan menjadi orang yang buntung. Selanjutnya kita harus bertaubat kepada Allah  atas seluruh kesalahan yang telah kita lakukan serta memohon ampun atas segala  kekurangan dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya. Di samping itu juga memohon pertolongan kepada Allah untuk bisa istiqamah (bias tetap) dan senantiasa bertambah amal shalih kita. Begitu juga kita harus berusaha agar hari-hari yang akan datang harus lebih baik dari hari-hari yang sebelumnya.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Demikianlah khatbah yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan khotbah kali ini iman dan takwa kita senantiasa bertambah . Untuk itu mari kita sama-sama berdo’a kepada Allah, mudah-mudahan dengan do’a ini semua kesalahan, kekhilafan, dan kemaksiatan yang pernah kita lakukan benar-benar mendapat ampunan Allah SWT.

Untuk itu mari kita sama-sama menundukkan kepala, menengadakan kedua belah tangan, dan berdo’a kepada Allah swt.

Ya Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Engkau tidak pernah pilih kasih dan  tidak pernah pilih sayang, yang sayang-Mu tidak terbilang.

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim. Di siang hari yang penuh bahagia ini kami akan mendirikan shalat jum’at secara berjama’ah dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada-Mu.

Ya Allah Ya Tawwabur Rahim. Di siang hari yang berbahagia  ini, kami bernunajat kepada-Mu memohon kasih sayang dan ampunan  atas segala dosa dan kesalahan yang pernah  kami lakukan, baik yang kami sengaja maupun yang tidak kami sengaja, baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui.

Ya Allah Ya Ghaffar.Ampunilah dosa dan kesalahan kedua orang tua kami. Limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada mereka. Kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihani aku diwaktu aku masih kecil.

Ya Allah Ya Rabbana. Mereka telah bersusah payah mendidik dan memelihara kami, tapi kami belum mampu membalas budi baik mereka, untuk itu Ya Allah jadikanlah kami ini menjadi anak-anak yang shaleh dan shalehah, janganlah Engkau jadikan kami ini anak yang durhaka yang membawa malapetaka.

Ya Allah Ya Khaliq. Jadikanlah kami ini anak yang dapat dibanggakan oleh orang tua, dan anak yang dapat  menyenangkan  hati orang tua, serta anak  yang dapat membahagiakan orang tua, juga  menjadi anak yang selalu  mendoakan orang tua , serta menjadi anak yang selalu taat dan patuh kepada kedua orang tua.

Ya Allah Ya Rabbana. Jadikanlah keluarga kami menjadi keluarga yang sakinah yaitu keluarga bahagia lahir dan batin, bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

Ya Allah Ya Ghafur. Jadikanlah negara kami ini menjadi negara yang adil berkeadilan dan makmur berkemakmuran serta negara yang mendapat ridha dan ampunan-Mu, yaitu: بلدة طيبة ورب غفور

Ya Allah Ya Samiul Bashir. Engkau Maha mendengar semua permohonani kami. Untuk itu Ya Allah kabulkan  segala permohonan kami, terimalah semua amal  ibadah kami,shalat kami, puasa kami, zakat kami, dan ibadah haji kami. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

بارك الله لى ولكم فى القران العظيم. ونفعني وايا كم بما فيه من الايا ت والذ كر الحكيم. وتقبل مني ومنكم تلا وته انه هو السميع العليم. اقول قول هذا واستغفرو الله العظيمزلي ولكم ولسا ئر المسلمين والمسلمات والمؤ منين والمؤ منا ت والستغفروه انه هو الغقو ر الر حيم.

                             الخطبة الثا نية

الحمد لله الذي اعا د الا عيا د و كرر .احـمـد ه سبحا نه ان خلق وصو ر. واشهد  ان لا اله الا الله وحد ه لا شريك له شها د ة يثـقـل بها الـميـزان في المـحـشـر.    و اشهد ان مـحـمـد ا عـبـد ه ورسو له . اللهم صل وسلم علي سـيــد نا محمد   وعلي ا له واصحا به اجـمـعــيــن . اما بعد: فيا عبا دالله اتقوا الله حق تقا ته ولاتمو تن الا وانتم مسلمون

واعـلـمـوا ان الله صل عـلي نـبـيـه فـقا ل تـعـا لي : ان الله وملا ئـكـته يـصلو ن عـلي الـنـبـي يا ا يـها الـذ ين ا مـنـوا صلـوا عـلـيه وسـلـمـو تسـليما. اللهم صل وسلم علي سـيـد نا مـحـد و علي اله واصـحا به اجـمـعـيـن  وعـن الـتا بـعـيـن ومـن تـبـعـهم با حـسا ن الي يـو م الـد يـن .

اللهم اغـفــر للـمـؤ مـنـيـن والمؤ منات والمـسـلـمـيـن والمـسـلـمات الاحـيا ء مـنـهم والامـوات انـك سـمـيـع قـر يب مـجـيـب الـد عـوات ويا قا ضي الـحا جات. ر بـنـا هـبلـنا مـن ازوا جـنا وذ ر يـتـنا قـرة اعـيـن واجـعـلـنا للـمـتـقـيـن اماما . ر بـنا اغـفـر لـنا ولوا ديـنا وارحـمـهـما كـما ربـيا نا صـغـيـرا. ربـنا ا تنا في الـد نـيا حـسـنه وفي الا خـر ة حـسـنه و قـنا عـذاب الـنـار . والحـد لله رب الـعا لـمـيـن.

عـبا د الله ان الله يـاء مـر با لعـد ل والا حـسا ن وايـتا ء ذي القـر بـي ويـنـهي عـن الـفـخـشـا ء والـمـنـكـر والـبـغي يـعـذ كـم لـعـلـكـم تـذ كـر ون. ولـذ كـر الله اكـبـر. والله يـعـلـم ما تـصـنـعـو ن .

 

Written by

Filed under: Kumpulan Khutbah · Tags: , ,

Leave a Reply

*