Articles Comments

EDUKASI ISLAM » Kumpulan Khutbah » Khutbah Idul Fitri 1433 H

Khutbah Idul Fitri 1433 H

الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر   –   الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر

الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر   –   الله ا كبركبيرا و الحمد لله كثيرا

وسبحا ن الله بكر ة و ا صيلا لا ا له الا ا لله  الله اكبر  الله ا كبر و لله  الحمد.

الحمد لله الذي جعل هذ ا اليو م عيدا للمؤ منين وختم به شهر الصيا م للمخلصين.

ا شهد ان لا ا له  ا لا الله  شها د ة تطهر القلو ب من الغس اللعين . و اشهد ان محمدا

عبد ه ورسو له اطوع الخلق برب العا لمين. اللهم صل وسلم على اشر ف الا نبيا ء

والمر سلين سيد نا محمد وعلى ا له وا صحا به اجمعين. اما بعد : فيا ا يها المسلمون

والمسلما ت اوصيكم وايا ي بتقو الله فقد فا ز المتقو ن. قا ل الله تعا لى فى القر ا ن

العظيم. ا عوذ با الله من الشيطا ن الر جيم. بسم الله الر حمن الر حيم. يا ايها الذ ين

امنوا اتقوا الله حق تقا ته و لا تمو تن الا وانتم مسلون. وقا ل الله تعا لى ايضا   :

و سا ر عوا ا لى مغفر ة من ربكم وجنة عر ضها السموا ت والا رض ا عد ت

للمتقين. الذين ينفقون فى السراء والضرا ء والكا ظمين الغيظ والعا فين عن النا س

والله يحب المحسنين.

ا

Artinya:

 Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Allah  dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu  sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta orang-orang yang mema’afkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. ( Q.S. Ali Imran: 133-134 )

الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر و لله  الحمد.

Ma’asyiral muslimin Walmuslimat Rahimakumullah.

Hari ini kita telah ditinggalkan oleh bulan suci Ramadhan, bulan yang agung, yaitu bulan di dalamnya  terkumpul semua kebaikan, dan setiap amal kebaikan dilipatgandakan. Untuk itu, kita sebagai umat yang beriman harus bersyukur karena kita telah sukses menunaikan dengan sebaik-baiknya. Dan hari ini kita merayakan kemenangan kita, yaitu dengan cara mendirikan shalat idul fitri (shalat yang menunjukkan bahwa kita kembali kepada kesucian tanpa adanya noda dan dosa seperti bayi yang baru dilahirkan). Karenanya rugi rasanya jika kita sebagai orang yang beriman tidak melaksanakan  shalat idul fitri.

الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر و لله  الحمد.

Jama’ah idul fitri yang dirahmati Allah.

Hari ini adalah hari kemenangan dan kebahagiaan kita sebagai umat islam,  karena  kita telah sukses menunaikan ibadah puasa di Ramadhan dan kita  ditakdirkan bertemu dengan hari raya idul fitri. Namun, dibalik kemenangan dan kebahagiaan kita saat ini, ada sesuatu yang sangat menyedihkan sekaligus mengharukan, karena diantara suadara-saudara kita dan keluarga kita ada yang telah mendahului kita menghadap Allah dan telah meninggalkan kita semua. Ada pula saudara-saudara kita dan keluarga kita yang sudah tidak mampu lagi melangkahkan kakinya menuju tempat shalat idul fitri karena lanjut usia. Ada juga, hari ini terpaksa harus berbaring di tempat tidurnya dan berbaring di rumah sakit kerena kesehatannya. Oleh sebab itu, kita  harus senantiasa bersyukur kepada Allah, karana kita  telah diberi nikmat sehat oleh Allah SWT.

الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر و لله  الحمد.

Jama’ah idul fitri yang dirahmati Allah.

Selanjutnya, shalawat dan salam kita sampaikan kepada nabi besar  Muhammad SAW, beserta keluarga,  para sahabat, dan seluruh  umat nabi Muhamad  yang setia sampai akhir zaman. Kita sebagai orang yang beriman diwajibkan untuk senantiasa bershalawat kepada nabi SAW. Allah SWT dan para malaikat saja bershalawat kepada nabi, namun shalawat Allah dan para malaikat yang jelas berbeda dengan shalawat yang kita lakukan. Hal ini sebagaimana firman Allah yang dijelaskan dalam Q.S. Al-Ahzab:56

Artinya: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Yang dimaksud  Allah bershalawat kepada Nabi berarti Allah  memberi rahmat dan kasih sayang kepada nabi SAW, sedangkan shalawat yang berasal dari  Malaikat berarti Malaikat  memintakan ampunan dan berdo’a kepada nabi SAW, sedang kalau shalawat yang berasal dari orang-orang yang beriman berarti kita  berdoa supaya diberi rahmat oleh Allah dan mendapat syafa’at dari Nabi SAW.

Kita sebagai orang yang beriman, tentu selalu membaca shalawat  kepada Nabi saw minimal ketika mendirikan shalat lima wakktu yaitu di saat membaca tahiyat kita selalu membaca “Allahumma Shalli ‘Ala Sayyida Muhammad  Wa ‘Ala Aali Sayyidina Muhammad”.

الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر و لله  الحمد.

 Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Jama’ah shalat  idul fitri yang dirahmati Allah SWT.

Sejak terbenamnya matahari diakhir bulan Ramadhan kemarin petang sampai dilaksanakannya shalat idul fitri  kali ini, kita senantiasa membaca dan mendengar lantunan takbir, tahlil, dan tahmid yang membahana di sana sini dengan  alunan irama yang syahdu, menggema di udara dan menggetarkan setiap hati orang yang beriman, sehingga kita sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa kita sebagai hamba Allah merasa kecil dan lemah jika dibandingkan dengan Allah Rabul Jalil.

الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر و لله  الحمد.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Jama’ah shalat  idul fitri yang dirahmati Allah SWT.

Sebelum dilaksanakannya shalat idul fitri, kita ummat islam telah mengeluarkan zakat fitra, yaitu zakat yang berupa makanan pokok yang berfungsi sebagai pembersih diri bagi orang yang telah melaksanakan puasa serta berfungsi untuk membantu dan menolong fakir miskin, yatim piatu, anak terlantar, dan gharimin. Ini menunjukkan bahwa orang yang telah melaksanakan puasa harus bisa merasakan penderitaan yang dirasakan oleh orang lain. Oleh sebab itu zakat fitra yang diterima Allah adalah zakat fitra yang dikeluarkan paling lama sebelum dilaksanakan Shalat idul fitri, sedang zakat fitra yang dikeluarkan sesudah shalat idul fitri, maka zakat itu hanya dianggap sebagai sedekah biasa.

Jama’ah shalat  idul fitri yang dirahmati Allah SWT.

Usman bin Affan pernah melapor kepada Rasulullah SAW, ya Rasulullah aku terlupa tidak membayar zakat fitra sebelum dilaksanakannya shalat idul fitri, kemudian  Rasullah bersabda: hai Usman   seandainya engkau ganti dengan memerdekan hamba sahaya sebanyak 100 orang tentu tidak bisa disamakan  dengan besarnya pahala membayar zakat fitra sebeleum dilaksanakannya shalat idul fitri.

الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر و لله  الحمد.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Mengapa zakat fitra begitu penting sehingga tidak bisa digantikan  dengan yang lain ? Karena zakat fitra  mempunyai kaitan yang sangat erat dengan puasa ramadhan. Hal ini sebagaimana yang dejelaskan dalam sabda Rasulullah SAW:

 صوم شهر رمضا ن معلق بين السماء والارض ولا ير فع الابزكا ة الفطر

Artinya:

Puasa bulan Ramadhan berada antara langit dan bumi serta Allah tidak menerima, kecuali  dikeluarkannya zakat fitra.

Dengan demikian, jika seseorang sudah mengeluarkan zakat fitra,  maka Insya Allah puasanya diterima oleh Allah SWT dan mudah-mudahan puasa kita semuanya diterima oleh Allah SWT. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

  الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر و لله  الحمد.

Jama’ah Shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah.

Jika hari raya tiba Nabi Muhammad selalu memperhatikan anak-anak yang ada di lingkungan sekitarnya.Pada suatu hari, ketika Nabi Muhammad berangkat menuju shalat idul fitri, Nabi Muhammad memperhatikan anak-anak sedang asyik bermain dan bersuka ria dengan hadirnya idul fitri. Namun, di antara anak-anak tersebut ada salah seorang anak yang duduk melihat kawan-kawannya yang sedang bergembira dan bersuka ria, sedangkan dia sendiri dalam keadaan sedih  dan menangis. Kemudian Nabi mendekati dan bertanya: mengapa kamu sedih dan menangis, sedangkan kawan-kawan kamu asyik bermain, bersuka ria dan bersenang-senang ? Anak tadi belum tahu kalau yang bertanya adalah Nabi Muhammad SAW. Anak kecil tadi menjawab: begini, ayahku sudah meninggal dunia dan sesudah itu ibuku kawin lagi, dan ibuku membawa semua harta peninggalan ayahku, kemudian  aku diusir oleh ayah tiriku, dan sekarang ini aku hidup sendirian, aku tidak bisa makan dan tidak punya tempat tinggal. Oleh sebab itulah sewaktu aku melihat anak-anak seusiaku pada hari raya seperti ini aku sedih dan menangis. Berbeda dengan mereka, mereka punya ayah, punya ibu, mereka tidak kelaparan, pakaian mereka bagus-bagus, maka ingatanku tertuju ketika ayahku meninggal dunia, itulah yang menyebabkan aku sedih dan menangis. Kemudian Nabi memegang tangannya dan mengatakan: Maukah jika aku sebagai ayahmu, Aisyah sebagai ibumu, Ali bin Abi Thalib sebagai pamanmu, Hasan dan Husain sebagai saudaramu ? Maka dia pun terkejut, baru tahu kalau orang yang ada dihadapannya itu adalah Nabi Muhammad SAW. Langsung saja dia menjawab: Saya senang apabila Nabi Muhammad sebagai ayahku. Selanjutnya diapun dibawa pulang oleh Nabi, diberi makan, minum,  dan pakaian serta dirawat dengan baik.

 الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر و لله  الحمد.

 Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Jama’ah Shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah.

Dihari raya dul fitri yang suci  ini, ayo kita pererat hubungan kasih sayang dengan kedua orang tua, mungkin yang selama ini agak ranggang, dan mungkin kita selama ini banyak salah, dan mungkin kita pernah membuat jengkel hati orang tua, untuk itu mari kita minta maaf kepada kedua orang tua kita dengan setulus  hati, kita datang kepada kedua orang tua kita dengan penuh rendah hati, insya Allah orang tua kita akan memberikan kasih sayang yang dapat menjadikan kita bahagia ketika  di dunia dan kelak di akhirat.

Apabika kita datang kepada kedua orang tua kita dengan tujuan bersilahturrahmi, maka Allah akan memberikan pahala dalam setiap langkahnya 100 kebajikan dan dapat menghapus 100 keburukan. Hal ini sebagaimana sabda Nabi SAW:

من مشى لز يا رة وا لد يه كتب الله له بكل خطوة  مئة حسنة و محا عنه مئة سيئة

ورفع له مئة د ر جة

Artinya:

Barang siapa berjalan dengan tujuan bersilahturrahmi kepada orang tuanya, maka Allah memberikan pahala baginya setiap langkah 100 kebaikan dan setiap langkahnya dapat menghapus 100 keburukan dan setiap langkahnya dapat mengangkat 100 derajat kemulyaan.

الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر و لله  الحمد.

 Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Jama’ah Shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah.

Oleh sebab itu, kita sebagai seorang anak jangan sampai memutuskan tali silaturrahmi dengan orang tua kita, dan  kita jangan sampai melupakan mereka, meskipun kita lebih kaya dari mereka, lebih terpandang dari pada mereka, orang tua tetap orang tua bukan orang lain. Orang tua kita adalah orang tua yang  paling berjasa terhadap kita, kita ada karena adanya orang tua kita terutama ibu kandung kita,  ketika kita berada dalam kandungan ibu  selama 9 bulan  ibulah yang sengsara. Untuk itu, kita sebagai anak jangan seperti yang terjadi pada masa khalifah Umar bin Khatab, dimana pada saat itu ada  salah seorang lelaki  yang mempunyai pekerjaan berbisnis (berdagang). Nah, pada suatu hari ibunya datang dan meminta uang, namun belum sampai diberi uang, istrinya berkata kepada suaminya, wahai suamiku, sungguh ibumu rupanya menghendaki kita miskin, masak sering kali dia minta belanja terus kepada kita. Mendengar kata-kata tersebut, ibunya menangis dan pulang tidak diberi uang sedikitpun.

Jama’ah Shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah.

Al-kisah, ketika laki-laki tadi bepergian dalam rangka berbisnis (dagang), di tengah perjalanan dihadang perampok, semua barang dagangannya dirampas dan dia dilukai, kedua belah tangannya dipotong, kemudian dia dibiarkan terkapar di tengah jalan. Beberapa  saat kemudian ada  seseorang yang lewat dan menolongnya, dia dibawa pulang. Pada saat keluarga dekatnya datang menjenguk, diapun berkata kepada keluarganya. “ Inilah balasan yang menimpa pada diriku, padahal seandainya aku mau memberi uang kepada ibuku, pasti aku tidak sampai seperti ini”. Lalu ibunya datang menjenguknya dan mengatakan kepada ananya: Wahai anakku, sungguh ibu merasa kecewa dan sedih terhadap perampokan dan perampasan yang terjadi pada dirimu. Anaknya berkata: Wahai ibu, semua ini akibat perbuatan dosaku kepada ibu, untuk itu maukah ibu memaafkan kesalahanku. Jawab ibunya: Wahai anakku, sungguh ibu telah memaafkan semua kesalahanmu.

Jama’ah Shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah.

Setelah semua kesalahannya dimaafkan oleh ibunya, dengan kekuasaan Allah SWT, kedua  tangan laki-laki tadi  menjadi pulih kembali. Maka benar sekali hadits yang mengatakan bahwa “ Kerelaan Allah SWT tergantung pada kerelaan orang tua, dan kebencian Allah SWT juga tergantung pada kebencian orang tua”  رض الله في رض الوا لد ين و سخط الله في سخط الوا لد ين

الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر و لله  الحمد.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Kalau kita membaca media cetak, koran, majalah dan melihat tayangan-tayangan di  televisi sering kali terjadi kekerasan yang dilakukan oleh anak terhadap orang tuanya, padahal kadang-kadang masalahnya sepele,  anak sudah berani membentak, memukul, dan menendang orang tuanya, bahkan ada yang sampai berani menghabisi nyawa orang tuanya sendiri. Itulah anak  durhaka yang hidupnya pasti akan mengalami sengsara baik ketika di dunia lebih-lebih kelak di akhirat

Untuk itu, mari kita renungkan kisah yang terjadi pada masa Rasulullah SAW yang dikisahkan oleh Ali bin Abi Tahlib. Ali bin Abi Thalib berkata: Aku duduk bersama Nabi saw dalam suatu pertemuan dengan para sahabat, tiba-tiba datang seseorang mengucapkan “As-salamu ‘alaikum” dan kamipun serentak menjawab “wa ‘alaikum salam” Kemudian seseorang tersebut berkata kepada Nabi: wahai Nabi, Abdullah bin Salam meminta Nabi supaya datang menemuinya, sebab dia sekarang dalam keadaan sakit keras, mungkin dia akan berpesan sesuatu dengan Nabi. Mendengar berita yang demikian, Nabi langsung berdiri dan mengajak para sahabat untuk melihat kondisi Abdullah bin Salam. Ketika sampai di tempat Abdullah bin Salam, kemudian Nabi duduk di dekat kepala Abdullah bin Salam, lalu Nabi menyuruh Abdullah bin Salam untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Wahai Abdullah bin Salam ucapkanlah dua kalimat syahadat:       اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسو ل الله

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Pada tahap pertema tersebut, Abdullah bin Salam tidak bisa mengucapkan dua kalimat syahadat. Kemudian Nabi mengulangi kali yang kedua, dengan menyeru: wahai  Abdullah bin Salam ucapkanlah dua kalimat syahadat :     اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسو ل الله

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Pada kali yang kedua ini, Abdullah bin Salam belum juga dapat mengucapkan dua kalimat syahadat, kemudian Nabi mengulangi  pada tahap yang ketiga dengan menyeru: wahai Abdullah bin Salam ucapkanlah dua kalimat syahadat :          اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسو ل الله

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Pada tahap yang ketiga ini, Abdullah bin Salam tetap belum juga dapat mengucapkan kaliamt syahadat. Kemudian Nabi mengucapkan kalimat :          لا حول ولا قوة الا با الله العلي العظيم

“ Tiada daya dan kemampuan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”.

Jama’ah  shalat idul fitri yang dirahmati oleh Allah.

Kemudian Nabi menyuruh salah seorang sahabat yang bernama sahabat Bilal agar bertanya kepada istri Abdullah bin Salam tentang  tingkah laku dan perbuatan suaminya selama ini. Lantas istri Abdullah bin Salam menceritakan tentang tingkah laku dan perbuatan suaminya sehari-hari. Kata istrinya: sejak dia menikah denganku, dia tidak pernah meninggalkan shalat, dia juga rajin mengeluarkan zakat dan sedekah,           dan  waktu puasa juga puasa, namun memang dia pernah membuat sakit hati ibunya.

Jama’ah  shalat idul fitri yang dirahmati oleh Allah.

Kemudian Nabi menyuruh sahabat Bilal supaya ibunya datang ke sini ketempat Abdullah bin Salam. Lalu sahabat Bilal pun  segera berangkat ke rumah ibu Abdullah bin Salam. Setelah sampai di rumah ibu Abdullah bin Salam, kemudian sahabat Bilal berkata kepada ibu Abdullah bin Salam: wahai ibu Abdullah bin Salalm, Nabi meminta ibu agar  datang ke rumah Abdullah bin Salam. Apa jawab ibu Abdullah bin Salam : untuk apa saya datang ke sana ? Sahabat Bilal menjelaskan: ibu diminta datang ke sana untuk menyelesaikan masalah Abdullah bin Salam dengan ibu, karena Abdullah bin Salam sudah dalam keadaan sakaratul maut. Apa jawab ibu Abdulah bin Salam: saya tidak akan pergi ke sana, sebab dia telah membuat sakit hatiku.Kemudian sahabat Bilal kembali menghadap Nabi  dan menyampaikan bahwa ibu Abdullah bin Salam tidak mau datang.

Jama’ah  shalat idul fitri yang dirahmati oleh Allah.

Kemudian Nabi mengutus Umar bin Khatab dan Ali bin Abi  Thalib, setelah sampai di rumah ibu Abdullah bin Salam Umar bin Khatab dan Ali bin Abi Thalib membujuk ibu Abdullah bin Salam dengan mengatakan: wahai ibu, engkau dipanggil oleh Nabi. Jawab ibu Abdullah bin Salam: “mau apa Nabi dan  apa perlunya denganku “. Kata Umar bin Khatab dan Ali bin Abi Thalib: ibu harus datang, tidak boleh tidak, ibu harus berangkat sekarang bersama kami. Dengan terpaksa, ibu Abdullah bin Salam akhirnya mau datang memenuhi panggilan Nabi saw.

Jama’ah  shalat idul fitri yang dirahmati oleh Allah.

Sesudah sampai di tempat, dia pun di tanya oleh Nabi: wahai ibu, pandanglah anakmu dan lihatlah derita sakitnya? Lalu ibu Abdullah bin Salam mau memandang dan melihat anaknya yang sedang sakaratul maut, dan dia mengatakan: wahai anakku, demi Allah aku belum dapat memaafkanmu sekarang. Kemudian Nabi bertanya kepada ibu Abdullah bin Salam: wahai ibu, kenapa ibu tidak mau memaafkan Abdullah bin Salam, tidakkah ibu takut kepada Allah? Apa jawabnya: wahai Nabi, untuk apa saya memaafkannya, dia pernah memukul dan mengusir saya dari rumahnya, dia lebih memihak kepada istrinya, dia benar-benar telah menyakitik hati saya dan dia menjadi anak durhaka, karena dia tidak mau berbakti kepada saya.

Jama’ah  shalat idul fitri yang dirahmati oleh Allah.

Kemudian Nabi tetap berusaha mendinginkan hati ibu Abdullah bin Salam dan mengatakan: wahai ibu, sungguh ibu ada dalam jaminanku, asalkan ibu mau memaafkan Abdullah bin Salam. Kemudian apa jawabannya, ternyata jawaban  ibu Abdullah bin Salam  samgat menyenangkan dengan  mengatakan: Kalau begitu wahai  Nabi, saya bersaksi atas namamu dan orang-orang yang bersamamu, saya mau memaafkan  anakku yang bernama Abdullah bin Salam.

الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر و لله  الحمد.

 Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Selanjutnya Nabi saw mengatakan kepada Abdullah bin Salam: wahai Abdullah bin Salam, sekarang ucapkanlah kalimat syahadat :       اشهد ان لا اله الا الله , maka diapun segera dapat mengucapkan kalimat syahadat dengan baik, dan akhirnya dia meninggal dunia dengan tenang, lalu Nabi saw bersabda :

دة يا معشر المسلمين ا لا من كا نت له وا لدة ولم يبرها خرج من الد نيا على غير الشها

Artinya:

Wahai sekalian ummat Islam, ketahuilah siapa yang masih punya ibu, kemudian dia tidak mau berbuat baik kepada ibunya, maka dia apabila meninggal dunia tidak akan bisa mengucapkan kalimat syahadat.  Sabda Nabi saw berikutnya mengatakan :  من قا ل لا اله الا الله د خل الجنة    Artinya: barang siapa yang dapat mengucapkan kalimat  لااله الا الله  “ maka pasti masuk syurga.

الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر و لله  الحمد.

 Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Dihari raya yang penuh berbahagia ini, mari kita sama-sama meningkatkan kualitas bimbingan kita kepada  anak anak-anak kita,  karena anak adalah merupakan amanah yang harus dijaga dan dipelihara. Kita sebagai orang tua diingatkan oleh Allah dalam sebuah firman-Nya:

يا ا يها الذ ين ا منوا قوا ا نفسكم و اهليكم نا را    

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Ayat tersebut menjelaskan, bahwa salah satu hal yang dapat menyeret orang tua ke dalam siksa api neraka adalah karena tidak memperhatikan anak-anaknya. Ali Akbar Nafis bercerita dalam sebuah cerpen, ada pak Haji, semasa di dunia dia  terkenal sebagai orang yang taat kepada Allah, namun dia dimasukkan ke dalam Neraka.  Ketika  sampai di Nereka pak Haji terkejut dan mengatakan: “ Saya pikir Allah  ini khilaf, saya ini adalah orang yang taat beribadah, tetapi kenapa saya dimasukkan ke dalam Neraka”. Kemudian pak Haji tidak terima dan bertanya kepada Allah: Ya Allah kenapa saya dimasukkan ke dalam Neraka ? Kemudian Allah  balik bertanya: apakah engkau yang bernama pak Haji ?  Ya betul. Apakah engkau ketika di dunia mengerjakan shalat ? Ya betul. Apakah engkau ketika di dunia mengerjakan puasa? Ya betul. Apakah engkau pernah menunaikan haji? Ya betul. Lalu Allah mengatakan: memang engkau orang yang taat beribadah kepada-Ku. Kemudian Allah bertanya lagi: apakah engkau punya anak ? Ya punya.  Pernahkah engkau menyuru shalat anakmu ? Jawab pak Haji: tidak pernah, memang  saya khilaf ya Allah, saya sibuk sendiri sehingga lupa membimbing anak-anak. Kemudian Allah menyuruh pak Haji, masuklah kamu beserta anakmu ke dalam Neraka, karena kamu tidak bertanggung jawab kepada keluarga.

   الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر و لله  الحمد.

 Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Agar anak-anak kita menjadi anak yang shaleh dan shalihah, minimal ada tiga hal yang harus kita perhatikan:

PertamaTanamkan Iman !

Tanggung jawab yang pertama dan utama terhadap anak adalah orang tua. Anak akan menjadi beriman atau tidak sebenarnya tergantung pada orang tuanya. Hal ini sebagaimana hadits Nabi saw:

كل مو لو د يو لد على الفطرة فا ن ا بوا ه يهو دا نه او ينصرا نه او يمجسا نه.

Artinya:

Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan suci, maka tergantung orang tuanya, apakah orang tua ingin  menjadikan anaknya sebagai orang Yahudi atau Nasranai atau Majusi

Kedua: Tanamkan Ilmu !

Ilmu berasal dari kata  Bahasa Arab yaitu  علم  yang  terdiri dari tiga huruf  “‘Ain, Lam,dan Mim”. Dan masing-masing huruf tersebut mempunyai arti tersendiri yaitu:

1. ع   bermakna عليين    yang berarti tempat tinggi atau mulia. Dengan demikian ilmu dapat mengangkat derajat seseorang menjadi orang yang mulia.

2. ل  bermakna   لطيف  yang berarti lembut atau halus. Dengan demikian ilmu dapat menjadikan pemiliknya menjadi orang yang lemah lembut, halus budi bahasanya, sopan dan santun tutur katanya.

3. م   bermakna   ملك   yang berarti kerajaan atau kekuasaan. Dengan demikian ilmu dapat menjadikan seseorang menjadi  pejabat , penguasa atau pemimpin.

Jadi dengan demikian dapat dikatakan, bahwa iman dan ilmu ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Dan memang Allah akan memberikan penghargaan  terhadap orang-orang yang beriman dan berilmu dengan beberapa keistimewaan. Hal ini sebagaimana firman Allah:

Artinya: Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat ( Q.S. Mujadila: 11 )

 Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Ketiga: Berikan Makanan yang  Halalan Tayyiba !

Mengapa anak harus diberi makanan yang  Halalan Tayyiba? Sebab, makanan yang dikonsumsi dapat diibaratkan seperti bensin (bahan bakar ). Jika bensi (bahan bakarnya) baik dan tidak tercampur oleh kotoran, maka untuk menghidupkan mesin akan mudah. Tapi, jika bensi (bahan bakar) tersebut tidak baik dan sudah tercampur dengan berbagai macam kotoran, maka untuk menghidupkan suatu mesin akan sulit, bahkan dapat mengganggu bagian-bagian yang lain.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Mungkin seperti itulah perumpamaan jika makanan yang dikonsumsi tersebut adalah sesuatu yang Halalan Thayyiba ( halal, bersih, suci, dan menyehatkan) maka jiwa seorang anak akan mudah di arahkan ke arah kebaikan. Dan sebaliknya, jika makanan yang dikonsumsi itu sesuatu yang bercampur dengan hal-hal yang haram dan  subhat, maka jiwa seorang anak akan sulit untuk diajak dan diarahkan  ke arah kebaikan.

  الله ا كبر     ا لله ا كبر     ا لله ا كبر و لله  الحمد.

 Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Dihari raya idul fitri ini mari kita pererat tali silaturrahmi dengan keluarga, kerabat,  tetangga, dan sahabat, karena dengan silaturrahmi akan dapat mendatangkan  rizki kepada kita. Hal ini dijelaskan dalam hadits Nabi saw:

من سره ان يبسط له في رزقه وان ينسا له في اثره فليصل رحمه

Artinya: Barang siapa  yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung tali silaturrahmi.

Demikianlah khatbah yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan dengan adanya shalat  hari raya idul fitri ini iman dan taqwa kita senantiasa bertambah dan mudah-mudahan dosa dan kesalahan kita benar-benar diampuni Allah sehingga kita benar-benar kembali kepada kesucian, tidak mempunyai dosa kepada Allah dan dan tidak mempunyai dosa kepada  sesama manusia. Untuk itu mari kita sama-sama menundukkan kepala, menengadakan kedua belah tangan, lalu bermunajat kepada Allah.

Ya Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Engkau tidak pernah pilih kasih dan  tidak pernah pilih sayang, yang sayang-Mu tidak terbilang.

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim. Di pagi hari yang penuh bahagia ini kami telah mendirikan shalat idul fitri secara berjama’ah dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada-Mu.

Ya Allah Ya Tawwabur Rahim. Di Pagi hari yang berbahagia  ini, kami bernunajat kepada-Mu memohon kasih sayang dan ampunan  atas segala dosa dan kesalahan yang kami lakukan, baik yang kami sengaja maupun yang tidak kami sengaja, baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui.

Ya Allah Ya Ghaffar.Ampunilah dosa dan kesalahan kedua orang tua kami. Limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada mereka. Kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihani aku diwaktu aku masih kecil.

Ya Allah Ya Rabbana. Mereka telah bersusah payah mendidik dan memelihara kami, tapi kami belum mampu membalas budi baik mereka, untuk itu Ya Allah jadikanlah kami ini menjadi anak-anak yang shaleh dan shalehah, janganlah Engkau jadikan kami ini anak yang durhaka yang membawa malapetaka.

Ya Allah Ya Khaliq. Jadikanlah kami ini anak yang dapat dibanggakan oleh orang tua, dan anak yang dapat  menyenangkan  hati orang tua, serta anak  yang dapat membahagiakan orang tua, juga  menjadi anak yang selalu  mendoakan orang tua , serta menjadi anak yang selalu taat dan patuh kepada kedua orang tua.

Ya Allah Ya Rabbana. Jadikanlah keluarga kami menjadi keluarga yang sakinah yaitu keluarga bahagia lahir dan batin, bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

Ya Allah Ya Tuhan kami. Jadikanlah pemimpin kami pemimpin yang beriman dan bertakwa kepada-Mu, pemimpin yang  senantiasa melaksanakan perintah-perintah-Mu, dan pemimpin yang senantiasa menjahui larangan-larangan-Mu. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami ini menjadi pemimpin yang bisa memberikan suri tauladan kepada yang lain dan dapat menjadi contoh kepada yang lain.

Ya Allah Ya Ghafur. Jadikanlah negara kami ini menjadi negara yang adil berkeadilan dan makmur berkemakmuran serta negara yang mendapat ridha dan ampunan-Mu, yaitu: بلدة طيبة ورب غفور

Ya Allah Ya Samiul Bashir. Engkau Maha mendengar semua permohonani kami. Untuk itu Ya Allah kabulkan  segala permohonan kami, terimalah semua amal  ibadah kami,shalat kami, puasa kami, zakat kami, dan ibadah haji kami. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

 بارك الله لى ولكم فى القران العظيم. ونفعني وايا كم بما فيه من الايا ت والذ كر الحكيم. وتقبل مني ومنكم تلا وته انه هو السميع العليم. اقول قول هذا واستغفرو الله العظيمزلي ولكم ولسا ئر المسلمين والمسلمات والمؤ منين والمؤ منا ت والستغفروه انه هو الغقو ر الر حيم.

 

 

 

 

 

Written by

Filed under: Kumpulan Khutbah · Tags:

3 Responses to "Khutbah Idul Fitri 1433 H"

  1. firdaus rauf says:

    trims

    1. Muhson says:

      Terima kasih atas kunjungannya di http://www.edukasiislam.com

  2. saud eko says:

    Assalamu’alaikum .. Izin copy ust. Utk bahan khotbah di kampung saya. Jazakallah khoiron katsiro… Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Leave a Reply

*