Situs Pendidikan Bernuansa Islam
Get Adobe Flash player

         Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang baik atau sifat ang indah bagi Allah SWT. Asmau Husna semuanya berjumlah 99 nama yang tercantum (tercatat) didalam surat-surat Al-Qur’an.

          Mengenai nama-nama Allah yang banyaknya 99 nama itu telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

 Artinya :

          Sesungguhnya bagi Allah itu ada 99 nama, yatu seratus kurang satu, Barang siapa yang menghafalkannya, baginya akan masuk surga. Sesungguhnya dia itu ganjil (tidak genap), dia menyukai yang ganjil.  (H.R. Baihaqi)

          Sebenarnya nama-nama Allah SWT yang banyaknya 99 nama itu bukan hanya sekedar nama saja, melainkan bila nama-nama itu disebutkan dengan mendahulukan huruf “Yaa /     “ sebagai isyarat memanggil untuk sesuatu permohonan, maka timbullah pengaruh dan manfaat yang besar bagi yang membacanya. Misalnya kita memohon supaya diberik ilmu pengetahuan yang bermanfat, maka yang kita baca adalah               “ artinya wahai Dzat yang maha mengetahui. Dan bila kita memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yang pernah kita lakukan, maka yang kita baca adalah ”                atau “            “ artinya wahai Dzat Yang Maha Mengampuni Hamba-Nya yang berbuat dosa, dan sebagainya. Anjuran berdo’a kepada Allah SWT dengan menyebut nama-nama-Nya adalah sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al’Araaf : 180

Artinya :

          Allah mempunyai Asmaul Husna (nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah_, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.       (Q.S. Al-‘Araaf : 180)

  A.      Mengartikan Ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan 10 Asmaul Husna.

          1.   As-Salam Artinya Maha penyelamat atau Maha sejahtera Kesejahteraan terhadap semua Makhluknya sebagaimana firman Allah :

                Artinya :

                Dia-Lah Allah yang tiada Tuhan selain dia, raja, yang maha suci, yang maha sejahtera (maha menyelamatkan)…. Q.S. Al-Hasyr : 23.

           2.   Al-Aziz artinya Maha Perkasa

                Pada hakekatnya keperkasaan adalah milik Allah semata, karena sesungguhnya semua keperkasaan yang dimiliki oleh Makhluk sebagaimana firman Allah :

                Artinya :

                Dan sesungguhnya Allah, Dia-lah yang Maha perkasa lagi maha bijaksana. Q.S Ali Imran : 62

           3.   Al-Khaliq artinya Maha Pencipta

                Segala sesuatu yang ada ini pasti ada yang menciptakan, misalnya langit, bumi, matahari, bulan, dan lain-lain siapa yang menciptakan ? yang menciptakan yaitu Allah. Oleh karena itu Allah disebut Al-Khaliq (pencipta), sedangkan yang diciptakan dinamakan Makhluk. Sebagaimana firman Alla :

                Artinya :

                Dia-lah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, yang mempunyai nama-namayang paling baik. (Q.S. Al-Hasy : 24)

  3.    Al-Ghaffar artinya Maha Pengampun

 Allah-lah dzat yang Maha Mengampuni terhadap hamba-hambanya yang berbuat dosa atau kesalahan. Sebagaimana firman Allah :

 

Artinya :

 Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Q.S. Al-Hujarat : 5)  

 4.    Al-Wahhab artinya Maha Pemberi Karunia.

 Allah memberikan karunia kepada siapapun, baik yang beriman maupun yang tidak beriman. Dengan sifat Al-Wahhab ini Allah membuka pintu seluas-luasnya kepada siapa saja yang meminta, sebagaimana firman Allah:

 Artinya :

 (Mereka berdo’a) : Ya Tuhan kami janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah engkau beri petunjuk kepada kami, dan Karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi engkau karena sesungguhnya engkaulah Maha Pemberi (Karunia) (Q.S. Ali Imran : 8)

           6.   Al-Fattah artinya Maha Pemberi Keputusan

                Allah didalam memberi keputusan kepada hamba-hambanya pasti dengan sebenar-benarnya. Berbeda dengan keputusan yang dibuat oleh manusia kadang-kadang (sering) ada tendensi-tendensi tertentu, sehingga keputusan yang dibuatnya sering tidak benar, bahkan sering merugikan yang lain. Oleh karena itu, hanya Allah-lah yang memiliki sifat “Al-Fatta” yang sebenarnya. Sebagaimana firman Allah:

                Artinya:

                Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi maha mengetahui (Q.S. Saba’ : 26.)

           7.   Al-Adl artinya Maha Adil

                Allah itu Maha adil dalam memberi hukum. Dan sebagian dari keadilan Allah adalah dimana Allah tidak mempersamakan antara manusia yang beriman dengan kafir, antara yang taat dan yang durhaka, dan antara yang berbuat baik dengan yang berbuat jahat. Sebagaiman firman Allah :

                Artinya :

                Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya ?

           8.   Al-Qayyum artinya Maha Berdiri Sendiri

                Allah didalam melakukan segala hal tidak memerlukan bantuan kepada yang lain, karena Allah senantiasa berdiri sendiri tanpa bantuan yang lain. Sebagaimana firman Alah :

                Artinya :

                Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri. Q.S. Ali Imran : 2

           9.   Al-Hadi artinya memberi petunjuk

                Allah akan memberikan petunjuk kepada siapa yang dikendalikannya, dan Allah Maha mengetahui siapa hamba-hambanya yang patut diberi petunjuk, serta siapa yang mau menerim petunjuk. Sebagaimana firman Allah :

                Artinya :

                Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang yang mau menerima petunjuk. Q.S. Al-Qashash : 56

          10.Ash-Shabur artinya maha sabar

                Allah tidak terburu-buru dalam menjatuhkan siksa kepada hamba-Nya yang durhaka, maksiat, atau yang berbuat dhalim, tetapi Allah menangguhkan siksanya dan Allah masih memberi kesempatan kepada hamba-Nya yang durhaka, maksiat atau yang berbuat dhalim itu agar kembali kepada jalan yang benar dan Allah akan mengampuninya.

 B.     Mengenal isi Kandungan 10 Asmaul Husna.

          1.   Asma Allah “As-Salam” artinya Allah maha penyelamat nilai budi pekerti dari Asma Allah “As-salam” yaitu melindungi, menolong dan menyelamatkan. Oleh karena itu, apabila kita dapat memberikan perlindungan kepada orang lain dari penindasan, memberikan pertolongan kepada orang lain ketika orang lain memerlukan pertolongan, atau memberikan keselamatan kepada orang lain ketika ada mara bahaya, maka apabila hal ini kita lakukan berarti kita mengamalkan isi kandungan Asma Allah” As-Salam”.

           2.   Asma Allah “Al-Aziz” artinya Allah maha perkasa nilai budi pekerti dari asma Allah “Al-Aziz” yaitu berani. Tidak semua orang berani mengatakan sesuatu dengan sebenarnya, tetapi kadang-kadang yang benar dikatakan salah, dan yang salah dikatakan benar. Oleh karena itu, apabila kita berani mengatakan sesuatu dengan sebenarnya, yaitu yang benar itu benar dan yang salah itu salah, berarti kita mengamalkan isi kandungan asma allah “Al-Azizi”.

           3.   Asma allah “Al-Khaliq” artinya Allah maha pencipta nilai budi pekerti dari Asma allah “Al-Khaliq” yaitu kreatif.. Seseorang yang kreatif yaitu senantiasa berkegiatan, beraktifitas secara dinamis, dan kegiatan-kegiatan yaang dilakukan biasanya tidak monoton, tetapi selalu berupaya untuk mencari terobosan-terobosan baru sehingga menghasilkan karya dan cipta yang terbaik.

           4.   Asma Allah  “Al-ghaffar” artinya Allah maha pengampun, nilai budi pekerti dari Asma Allah “Al-ghaffar” yaitu pemaaf. Sifat pemaaf haruslah dimiliki oleh setiap mukmin dalam hidup dan kehidupan sehari-hari, karena dengan adanya sifat pemaaf antara satu dengan yang lain. Maka yang ada dalam kehidupan adalah kedamaian. Misalnya : ada dua orang pelajar (muslim) yang saling memperolok satu sama lainnya, kemudian olok-olokan itu diganti dengan saling memberikan maaf, maka yang terjadi adalah perdamaian (kerukunan), bukan memperuncing menjadi pertikaian atau perkelahian, karena pelajar tersebut ingat akan pentingnya sifat maaf memaafkan.

           5.   Asma Allah “Al-Wahab” artinya Maha pemberi karunia. Nilai budi pekerti dari Asma Allah “Al-Wahab” yaitu dermawan dan penyantun. Seseorang yang mempunyai sikap dermawan atau penyantun, tanda-tandanya antara lain :

                -     Orang tersebut memiliki sifat murah hati.

                -     gemar bersedekah untuk kepentingan sosial dan agama.

                -     gemar menginfakkan harta benda yang dimiliki

                -     gemar menolong antar sesama.

                -     sering menyantuni fakir miskin, anak yatim dan gelandangan dan pengemis..

           6.   Asma Allah “Al-Fattah” artinya Allah maha pemberi keputusan. Nilai budi pekerti dari Asma Allah “Al-Fattah” yaitu tegas, disiplin dan jujur. Tegas artinya adanya kepastian atau kejelasan, sedangkan disiplin berarti mentaati tata tertib atau aturan yang telah ditetapkan. Misalnya : Bahwa setiap orang Islam wajib mengerjakan Shalat lima waktu dalam sehari semalam, mentaati terhadap aturan “wajib Shalat” merupakan cermin Kedisiplinan bagi seseorang. Disamping ketegasan dan kedisiplinan perlu ditetapkannya kejujuran dalam kehidupan sehari-hari, karena kejujuran akan melahirkan kebenaran dan mendatangkan kepercayaan. Untuk itu jadilah pelajar (muslim) yang jujur dan dapat dipercaya.

           7.   Asma Allah “Al-“Adl” artinya Allah maha adil. Nilai budi pekerti dari Asma Allah “Al-‘Adl” yaitu adil, tidak berat sebelah dan tidak memihak. Menurut sabda Rasulullah SAW, pada hari kiamat nanti ada tujuh orang (golongan) yang berhak mendapat naungan (tempat untuk berteduh) dari terik panasnya matahari di padang mahsyar, dimana pada saat itu tidak ada naungan (tempat untuk berteduh) kecuali naungan Arasy Allah. Diantara orang (golongan) yang akan mendapat naungan Allah adalah “pemimpin yang terlalu adil”.

           8.   Asma Allah “Al-Qayyum” artinya Allah maha berdiri sendiri. Nilai budi pekerti dari Asma Allah “Al-Qayyum” yaitu menumbuhkan sikap mandiri, menghilangkan ketergantungan kepada orang lain, dan hidup ini tidak menjadi beban orang lain.

           9.   Asma Allah “Al-Hadi” artinya Allah maha pemberi petunjuk. Nilai budi pekerti dari asma Allah “Al-Hadi” yaitu menumbuhkan sikap saling menasehati, amar ma’ruf nahi munkar dan sikap setia kawan. Agar hidup umat Islam tidak tersesat kepada kemaksiatan atau kemusyrikan, maka tetap diperlukan adanya manidah (nasehat) kepada kebenaran dan mencegah kepada kemungkaran. Disamping itu umat Islam juga harus selalu menumbuhkan sikap setia kawan yaitu selalu bersedia mengulurkan tangan kepada yang lain. Adanya saling tolong menolong, membantu, dan membela.

          10.Asma Allah “Ash-Shabur” artinya Allah maha sabar. Nilai budi pekerti dari Asma Allah “Ash-Shabur” yaitu sabar. Sabar sangat diperlukan dalam kehidupan setiap manusia, karena sabar merupakan salah satu modal utama dalam bagi kehidupan seseorang yaitu

                -     dapat menumbuhkan ketenangan jiwa

                -     dapat menumbuhkan ketabahan hati

                -     dapat melepaskan diri dari keputus asaan

                -     dapat menjadikan seseorang untuk berhati-hati dalam bertindak dan berbuat.

 Rangkuman

          1.   Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang baik (agung) yang sesuai dengan sifat-sifat Allah.

          2.   Asmaul Husna berjumlah 99 nama, diantaranya adalah As-Salam, Al-Aziz, Al-Khaliq, Al-Gffar, Al-Wahhab, Al-Fattah, al-‘Adl, Al-Qayyum, Al-Hadi, dan Ash-Shabur.

Leave a Reply