Edukasi Islam

Get Adobe Flash player

TUTORIAL BELAJAR POWER POINT DENGAN SLIDE MASTER BERBASIS LINK

Power Point
1. Buka program power point di desktop.
2. Kursor arahkan ke view lalu klik.
3. Kursor arahkan ke slide master di bawah Insert/dipojok paling kiri atas dan klik, maka muncul:
colors
Themes: font
Effect
kemudian kursor arahkan ke Themes dan klik tanda maka muncul beberapa template dan pilih salah satu dengan cara klik (Jika cara ini dipergunakan maka slide yang berfungsi ada yang ke satu dan ada yang dua sebagai Slide Master). Misalnya : sekarang klik themes yang ke 12 (warna ungu) maka yang berfungsi adalah lembaran yang ke 2.

Continue reading

Daftar Peraih Nilai UN Tertinggi Tingkat SMP Tiap Provinsi di Indonesia

Jakarta – Untuk nilai Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs tahun ajaran 2013/2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) rupanya sengaja tidak merilis secara resmi daftar nilai UN tertinggi tingkat nasional, melainkan melakukan pemeringkatan pada tiap-tiap provinsi.

Wamendikbud Musliar Kasim mengatakan, langkah ini dilakukan karena Kemdikbud ingin menghargai kinerja di tiap-tiap daerah.

“Fasilitas pendidikan di tiap daerah pasatinya berbeda, sehingga tidak bisa dibanding-bandingkan,” kata Musliar Kasim di Jakarta, Jum’at (13/6).

 

Berikut ini daftar siswa SMP/MTs yang memperoleh NEM UN tertinggi di provinsinya :

 

Continue reading

Masjidil Haram di Mekah

Masjidil Haram (bahasa Arab: المسجد الحرام) adalah sebuah masjid di kota Mekkah, yang dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka’bah, yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam mengerjakan ibadah Salat. Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar di dunia.

Continue reading

Masjid Quba Masjid Pertama yang di bangun Nabi Muhammad SAW

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108).

Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun menara masjid ini. Sakarang renovasi masjid ini ditangani oleh keluarga Saud. Mengutip buku berjudul Sejarah Madinah Munawarah yang ditulis Dr Muhamad Ilyas Abdul Ghani, masjid Quba ini telah direnovasi dan diperluas pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada 1986. Renovasi dan peluasan ini menelan biaya sebesar 90 juta riyal yang membuat masjid ini memiliki daya tampung hingga 20 ribu jamaah.

 

Kemenag Menetapkan Idul Fitri 1434 H Jatuh Pada Hari Kamis 8 Agustus 2013

JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1434 H atau Idul Fitri jatuh pada hari Kamis ( 8/8/2013 ). Keputusan itu diambil dalam Sidang Isbat Awal Syawal 1434 H yang digelar di Kementerian Agama, Rabu (7/8/2013) malam.

“Kami tetapkan bahwa tanggal 1 Syawal 1434 H bertepatan dengan hari Kamis 8 Agustus 2013 Masehi,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali saat memutuskan hasil sidang isbat.

Sebelum mengambil keputusan, Suryadharma terlebih dulu menanyakan apakah seluruh perwakilan ormas yang diundang setuju atas keputusan tersebut. Tidak ada penolakan dari mereka yang hadir.

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil observasi hilal dengan metode rukyat dan metode hisab. Ada 60 titik rukyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Dilaporkan, beberapa lokasi rukyat terlihat hilal, diantaranya di Fakfak Papua, Makassar Sulawesi Selatan, Gresik Jawa Timur, dan Pantai Alam Indah Jawa Tengah.

Adapun berdasarkan metode hisab yang dipaparkan dalam pertemuan di Kepulauan Riau pada Juni 2013, awal Syawal 1434 H sudah diputuskan jatuh pada Kamis besok.

Continue reading

Makna Silaturahim di Hari Raya

Semarak hari raya idul fitri kita saksikan. Tradisi mudik, saling berziarah dan halal bihalal mewarnai suasana idul fitri di negri tercinta ini, tentu menelan biaya yang amat besar. Ada yang mereka cari, akan tetapi tidak semua dari mereka menemukan apa yang mereka cari. Ada yang mereka rindukan, akan tetapi tidak semua dari mereka menemukan yang mereka rindukan. Mereka mencari cinta disla-sela kesibukannya. Mereka merindukan cinta ditengah-tengah kekerasan dan kebejatan sebagian bangsa manusia. Mereka tidak butuh gebyar lahir, marak hari raya dan bebagai tradisi yang yang tidak menghadirkan makna cinta. Ada yang perlu dicermati apa yang menjadikan cinta tidak kunjung terwujud dalam kebersamaan bangsa ini, kendati aktivitas lahir penyambung hati sudah dilaksanakan. Cinta tersembunyi dibalik tabir kedengkian, kesombongan, dan kerakusan yang tak terkendalikan, maka sesemarak apapun gebyar silaturahmi lahir kita adakan, jika tabir-tabir tersebut tidak disingkap dan disingkirkan sungguh sinar cinta tidak kunjung memancar di hati kita.

Continue reading

Tiga Doa Malaikat Jibril yang Diamini Rasulullaah saw.

 

Banyak beredar hadits yang disandarkan kepada Rasulullaah saw. yang menyatakan bahwa itu adalah doa Jibril yang diamini oleh beliau. Hadits tersebut seputar meminta maaf ketika memasuki Ramadhan. Namun ternyata hadits itu palsu. Bunyi hadits palsu tersebut adalah:

Do’a Malaikat Jibril Menjelang Ramadhan: Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)

* Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami istri

* Tidak berma’afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya

Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali.

Hadits tentang doa malaikat Jibril yang benar adalah sebagai berikut:

Dari Abi Hurairah Ra, Rasulullah naik ke atas mimbar, kemudian beliau berkata :

“Amin..amin. .amin..”.

Kemudian ditanyakan (para sahabat), kepada beliau :

“Wahai Rasulullah, saat Engkau naik ke atas mimbar, Engkau sampai mengatakan Amin (3x) (ada apakah gerangan?)”

Kemudian Rasulullah memberikan keterangan sbb:

“Jibril telah datang kepadaku dengan mengatakan : “Barang siapa yang telah datang kepadanya bulan Ramadhan(puasa) , kemudian dia tidak mendapatkan pengAMPUNan (pada bulan Ramadhan tersebut), maka ia dimasukkan kedalam api neraka, dan Allah jauh dari dirinya, maka katakanlah :Amin” Kemudian aku meng aminkannya

“Dan barang siapa yang mendapatkan orang tuanya (ketika keduanya masih hidup), atau salah satu diantara kedua orang tuanya masih hidup, sementara (dia mampu berbuat baik untuk kedua atau salah satu diantara keduanya), kemudian dia tak mau berbuat baik kepada keduanya, atau salah satu diantara keduanya (yang masih hidup tadi), kemudian mati, maka Allah akan memasukkannya kedalam api neraka, dan Allah sangat jauh dari dirinya, maka aku katakan :Amin”

“Dan barang siapa yang dimana namaku disebutkan (didepannya) , kemudian dia tak memberikan shalawat kepadaku, maka Allah akan memasukkannya kedalam api neraka dan Allah sangat jauh dari dirinya, maka katakanlah (wahai Muhammad SAW) (amin), maka aku katakan “Amin”

(H.R Ibnu Hibban didalam kitab shahihnya 3:188).

Man Jadda Wajada

Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka akan berhasil. Pepatah ini dapat memotivasi bagi orang yang mau merenungkan makna yang ada di dalamnya, karena segala sesuatu yang dikerjakan dengan sungguh-sungguha memang akan membawa hasil yang diharapkan, untuk itu silahkan dibaca artikel berikut ini !

Perbedaan Penetapan 1 Ramadan

MUI

 

Selalu ada perbedaan dalam penetapan 1 Ramadan. Untuk menghindari perbedaan tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpendapat agar menggabungkan dua metode yang selama ini digunakan.

“MUI berpendapat harus menggabungkan Wujudul hilal dan rukyat, dipakai dalam penetapan ini,” ujar Ketua MUI KH Ma’ruf Amin usai mengikuti sidang isbat di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Senin (8/7/2013)

Amin mengatakan selama ini ada dua metode yang sering digunakan dalam menetapkan 1 Ramadan. Dua metode itu yakni Wujudul hilal dan Inkanurrukyah.

“Metode Wujudul hilal artinya hilal asal nongol saja. Kedua metode Inkanurrukhyat yang memungkinkan perhitungan bisa di rukyat. Kalau tidak bisa di rukyat tidak bisa, jadi Inkanurukyat menetapkan masuk apabila dua derajat, kalau Wujudul hilal berapa saja atas diatas ufuk sudah masuk, ini yang belum ketemu,” paparnya.

Continue reading

Awal Ramadhan Hilal Tak Terlihat, PBNU Ikhbarkan Sya’ban Genap 30 Hari

NU

 

 

 

 

 

 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lajnah Falakiyah NU memastikan bulan Sya’ban genap (istikmal) 30 hari setelah tim rukyat hilal tak melihat bulan sabit sebagai tanda awal Ramadhan.

Pernyataan ini tertuang dalam surat PBNU perihal Ikhbar/Pemberitahuan Hasil Rukyatul-Hilal bil Fi’li Awal Ramadhan tertanggal 8 Juni 2013 yang ditujukan kepada Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Indonesia.

“Atas dasar istikmal tesebut dan sesuai dengan pendapat al-Madzahib al-Arba’ah maka dengan ini PBNU mengikhbarkan/memberitahukan bahwa awal bulan Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Rabu tanggal 10 Juli 2013,” bunyi surat tersebut.

Continue reading

Perbedaan dalam Penetapan Awal Ramadhan

Din Syamsudin

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin mengharapkan agar seluruh pihak dapat menghargai perbedaan penetapan awal mula Ramadhan.

Lebih jauh lagi, Din meminta agar pemerintah tidak perlu ikut campur apalagi memanasi suasana. Hal itu disampaikan Din seusai mengikuti acara silaturahim dengan sejumlah tokoh masyarakat bersama KASAD TNI AD Jenderal TNI Moeldoko di Balai Kartini, Jakarta, Senin (8/07).

“Seharusnya, pemerintah jangan ikut campur. Wilayah keyakinan apakah shalat tarawih 8 atau 20 (rakaat) enggak usah diatur oleh negara. Insya Allah masyarakat sudah dewasa untuk berbeda pendapat,” tukas Din.

Continue reading

Sidang Isbat Putuskan Awal Puasa 1 Ramadan Rabu 10 Juli

Sidang Isbat awal Ramadan 1434 H digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta. Sidang yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali menetapkan awal Ramadan berdasar laporan dari 36 orang tim Kemenag di lapangan. Laporan yang disampaikan menujukkan pososi hilal masih berada pada minus 0 derajat 56 menit sampai dengan 0, 38 menit.

“Dengan demikian, setuju kah Bapak Ibu sekalian bahwa 1 Ramadan 1434 H, jatuh pada hari Rabu 10 Juli 2013?,” tanya Menteri Agama Suryadharma Ali kepada peserta Sidang Isbat di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Senin (8/7/2013).

“Setuju,” jawab peserta sidang Isbat serempak.

“Untuk itu, kami tetapkan awal 1 Ramadan 1434 H bertepatan dengan hari Rabu, 10 Juli 2013,” tegas Surydharma Ali.

Continue reading