Daftar Peraih Nilai UN Tertinggi Tingkat SMP Tiap Provinsi di Indonesia

foto un smp


Jakarta – Untuk nilai Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs tahun ajaran 2013/2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) rupanya sengaja tidak merilis secara resmi daftar nilai UN tertinggi tingkat nasional, melainkan melakukan pemeringkatan pada tiap-tiap provinsi.

Wamendikbud Musliar Kasim mengatakan, langkah ini dilakukan karena Kemdikbud ingin menghargai kinerja di tiap-tiap daerah.

“Fasilitas pendidikan di tiap daerah pasatinya berbeda, sehingga tidak bisa dibanding-bandingkan,” kata Musliar Kasim di Jakarta, Jum’at (13/6).

 

Berikut ini daftar siswa SMP/MTs yang memperoleh NEM UN tertinggi di provinsinya :

 

» Read more..

Masjidil Haram di Mekah

Masjidil Haram

Masjidil Haram (bahasa Arab: المسجد الحرام) adalah sebuah masjid di kota Mekkah, yang dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka’bah, yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam mengerjakan ibadah Salat. Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar di dunia.

» Read more..

Masjid Quba Masjid Pertama yang di bangun Nabi Muhammad SAW

Masjid Quba

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108).

Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun menara masjid ini. Sakarang renovasi masjid ini ditangani oleh keluarga Saud. Mengutip buku berjudul Sejarah Madinah Munawarah yang ditulis Dr Muhamad Ilyas Abdul Ghani, masjid Quba ini telah direnovasi dan diperluas pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada 1986. Renovasi dan peluasan ini menelan biaya sebesar 90 juta riyal yang membuat masjid ini memiliki daya tampung hingga 20 ribu jamaah.

 

Khutbah Tahun Baru Islam 1435 H

Tata Cara Wudhu

Khutbah Idul Adha 1434 H

Kemenag Menetapkan Idul Fitri 1434 H Jatuh Pada Hari Kamis 8 Agustus 2013

JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1434 H atau Idul Fitri jatuh pada hari Kamis ( 8/8/2013 ). Keputusan itu diambil dalam Sidang Isbat Awal Syawal 1434 H yang digelar di Kementerian Agama, Rabu (7/8/2013) malam.

“Kami tetapkan bahwa tanggal 1 Syawal 1434 H bertepatan dengan hari Kamis 8 Agustus 2013 Masehi,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali saat memutuskan hasil sidang isbat.

Sebelum mengambil keputusan, Suryadharma terlebih dulu menanyakan apakah seluruh perwakilan ormas yang diundang setuju atas keputusan tersebut. Tidak ada penolakan dari mereka yang hadir.

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil observasi hilal dengan metode rukyat dan metode hisab. Ada 60 titik rukyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Dilaporkan, beberapa lokasi rukyat terlihat hilal, diantaranya di Fakfak Papua, Makassar Sulawesi Selatan, Gresik Jawa Timur, dan Pantai Alam Indah Jawa Tengah.

Adapun berdasarkan metode hisab yang dipaparkan dalam pertemuan di Kepulauan Riau pada Juni 2013, awal Syawal 1434 H sudah diputuskan jatuh pada Kamis besok.

» Read more..

Makna Silaturahim di Hari Raya

Semarak hari raya idul fitri kita saksikan. Tradisi mudik, saling berziarah dan halal bihalal mewarnai suasana idul fitri di negri tercinta ini, tentu menelan biaya yang amat besar. Ada yang mereka cari, akan tetapi tidak semua dari mereka menemukan apa yang mereka cari. Ada yang mereka rindukan, akan tetapi tidak semua dari mereka menemukan yang mereka rindukan. Mereka mencari cinta disla-sela kesibukannya. Mereka merindukan cinta ditengah-tengah kekerasan dan kebejatan sebagian bangsa manusia. Mereka tidak butuh gebyar lahir, marak hari raya dan bebagai tradisi yang yang tidak menghadirkan makna cinta. Ada yang perlu dicermati apa yang menjadikan cinta tidak kunjung terwujud dalam kebersamaan bangsa ini, kendati aktivitas lahir penyambung hati sudah dilaksanakan. Cinta tersembunyi dibalik tabir kedengkian, kesombongan, dan kerakusan yang tak terkendalikan, maka sesemarak apapun gebyar silaturahmi lahir kita adakan, jika tabir-tabir tersebut tidak disingkap dan disingkirkan sungguh sinar cinta tidak kunjung memancar di hati kita.

» Read more..

Tiga Doa Malaikat Jibril yang Diamini Rasulullaah saw.

 

Banyak beredar hadits yang disandarkan kepada Rasulullaah saw. yang menyatakan bahwa itu adalah doa Jibril yang diamini oleh beliau. Hadits tersebut seputar meminta maaf ketika memasuki Ramadhan. Namun ternyata hadits itu palsu. Bunyi hadits palsu tersebut adalah:

Do’a Malaikat Jibril Menjelang Ramadhan: Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)

* Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami istri

* Tidak berma’afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya

Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali.

Hadits tentang doa malaikat Jibril yang benar adalah sebagai berikut:

Dari Abi Hurairah Ra, Rasulullah naik ke atas mimbar, kemudian beliau berkata :

“Amin..amin. .amin..”.

Kemudian ditanyakan (para sahabat), kepada beliau :

“Wahai Rasulullah, saat Engkau naik ke atas mimbar, Engkau sampai mengatakan Amin (3x) (ada apakah gerangan?)”

Kemudian Rasulullah memberikan keterangan sbb:

“Jibril telah datang kepadaku dengan mengatakan : “Barang siapa yang telah datang kepadanya bulan Ramadhan(puasa) , kemudian dia tidak mendapatkan pengAMPUNan (pada bulan Ramadhan tersebut), maka ia dimasukkan kedalam api neraka, dan Allah jauh dari dirinya, maka katakanlah :Amin” Kemudian aku meng aminkannya

“Dan barang siapa yang mendapatkan orang tuanya (ketika keduanya masih hidup), atau salah satu diantara kedua orang tuanya masih hidup, sementara (dia mampu berbuat baik untuk kedua atau salah satu diantara keduanya), kemudian dia tak mau berbuat baik kepada keduanya, atau salah satu diantara keduanya (yang masih hidup tadi), kemudian mati, maka Allah akan memasukkannya kedalam api neraka, dan Allah sangat jauh dari dirinya, maka aku katakan :Amin”

“Dan barang siapa yang dimana namaku disebutkan (didepannya) , kemudian dia tak memberikan shalawat kepadaku, maka Allah akan memasukkannya kedalam api neraka dan Allah sangat jauh dari dirinya, maka katakanlah (wahai Muhammad SAW) (amin), maka aku katakan “Amin”

(H.R Ibnu Hibban didalam kitab shahihnya 3:188).

Man Jadda Wajada

%d bloggers like this: